Home » , » Kisruh KITAS, Ketum PSSI Ancam Hentikan Liga 1

Kisruh KITAS, Ketum PSSI Ancam Hentikan Liga 1

Kisruh KITAS, Ketum PSSI Ancam Hentikan Liga 1

Kisruh KITAS, Ketum PSSI Ancam Hentikan Liga 1
Eddy meminta pemain asing di Liga 1 tidak disamakan dengan tenaga kerja asing ilegal.

Sepakbola Magz -- Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menyatakan siap menghentikan Liga 1 yang baru bergulir jika pemain asing yang belum punya Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) tidak boleh dimainkan.

Edy meminta pemain asing tetap diizinkan turun ke lapangan meski belum memiliki KITAS. Jika harus menunggu, dia 'menawarkan' untuk menghentikan kompetisi sementara.

Ditegaskannya, PSSI sudah mengkomunikasikan dan mencoba untuk mengurusi perihal tersebut. Ia meminta pemain asing di Liga 1 jangan disamakan dengan tenaga kerja asing ilegal.

"Kami sudah komunikasikan, sambil jalan kita urus ini (soal KITAS). Tanpa ini Liga 1 mundur lagi," kata Edy, Rabu (19/4/2017), dikutip Detik.

"Jadi saya minta maaf, bukan mengecilkan, tutup telinga, bagi orang-orang yang mau bicara ini. Tapi percayalah orang-orang ini yang saat ini masuk ke Indonesia untuk main bola, itu beda dengan TKI-TKI, atau tenaga kerja asing yang masuk Indonesia. Mereka (pemain asing) terlihat di televisi, mereka terlihat di media. Yakinlah mereka tidak lari. Tolong jangan dibesar-besarkan," tambahnya.

Edy juga menolak permintaan agar pemain asing tidak dimainkan jika belum punya KITAS. Andai itu dilakukan, dia menawarkan untuk menghentikan sementara saja Liga 1 sampai semua urusan itu kelar.

"Atau kita berhentikan main bola ini? Kalau wartawan sepakat sekarang ini, berhentikan semua. Kalau sudah beres (KITAS) kita lakukan lagi," serunya.

Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ini mengatakan, proses untuk pembuatan KITAS membutuhkan waktu lama. Karenanya, ia berharap adanya kemudahan.

"Aturan mainnya adalah dari pihak klub mengajukan ke PSSI, dari PSSI mempelajari dan mengajukan kepada BOPI, dari BOPI merekomendasi sampai ke Kementerian Tenaga Kerja, imigrasi, sehingga keluarlah izin. Inilah proses yang panjang di Indonesia ini," paparnya.

"Tapi bukan ranah saya itu. Kita akan tetap penuhi itu, tetapi kami mohon mudahkan kami. Kalau tidak, ya tidak akan selesai dalam waktu 2-3 minggu. Tentu ada aturan mainnya. Tapi bukan ngojok-ngojokin lagi."

Terkait dimainkannya pemain asing yang belum punta KITAS di pekan pertama Liga 1, Edy menjelaskan PSSI sudah berkomunikasi dengan pihak BOPI, hingga ia pun berani mengizinkan klub-klub menurunkan pemain asingnya. 

"Mereka minta izin dan saya izinkan ini. Dan dari pihak PSSI sudah mengkomunikasikan kepada Ketua BOPI. Jadi jangan salahkan ke klub-klub, tapi salahkan saya," tegasnya.

"Dan hari Kamis ini kami akan jumpa dengan Kemenaker, BOPI, Imigrasi, semua," sebutnya.

Soal KITAS mengemuka setelah Imigrasi Bandung memanggil Persib Bandung karena dua pemain asingnya, Michael Essien dan Carlton Cole, belum punya KITAS. 

Manajer Persib Umuh Muchtar menegaskan, urusan KITAS terkendala di BOPI. Bahkan, Umuh menyerukan agar BOPI dibubarkan saja karena menghambat kemajuan sepakbola.

Belakangan, BOPI merilis 25 pemain asing di 11 klub Liga 1 belum memiliki KITAS sehingga tidak bisa dimainkan sampai izin tersebut keluar.*

0 komentar:

Post a Comment