Home » » Bukan Hanya Essien-Cole, Pemain Asing di 10 Klub Lain Juga Belum Punya KITAS

Bukan Hanya Essien-Cole, Pemain Asing di 10 Klub Lain Juga Belum Punya KITAS

Bukan Hanya Essien-Cole, Pemain Asing di 10 Klub Lain Juga Belum Punya KITAS
Sepakbola Magz -- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengumumkan 11 klub yang pemain asingnya saat ini belum memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS).

BOPI menyebutkan ada 25 pemain asing dari 11 klub Liga 1 2017 yang belum mengantongi KITAS sebagai salah satu syarat untuk bekerja di Indonesia
Nama-nama klub diumumkan oleh Sekjen BOPI Heru Nugroho, usai melakukan pertemuan dengan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Selasa (18/4/2017).

Klub-klub itu adalah Bali United, Pusamania, PS TNI, PSM Makassar, Persib Bandung, Mitra Kukar, Barito Putra, Madura United, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan, dan Persija Jakarta.

Klub peserta Liga 1 lainnya, seperi Arema FC, Sriwijaya, Bhayangkara FC, Perseru Serui, Persipura Jayapura, Semen Padang, dan Persegres Gresik United, tidak memiliki masalah terkait pemain asingnya.

"Untuk nama-namanya sementara ini kami belum bisa bicarakan. Yang jelas semua itu sudah kami laporkan kepihak Imigrasi dan Kemenaker. Tunggu pada Jumat depan saat pertemuan PSSI dengan pihak Imigrasi," kata Heru.

Namun, sebuah sumber menyebutkan, selain Essien dan Cole, di antara pemain asing yang belum merampungkan urusan KITAS adalah pemain asing dari Barito Putera, seperti Aaron Evans, Matias Cordoba, dan Thiago Cunha.

Selain itu ada juga Joel Coelhho, Ivan Carlos, dan Mario Rosario dari Persela, Peter Odemwingie (Madura United), Anmar Al Mubaraki (Persiba), Jad Nourdinne (Arema FC).

PSSI bersama operator Liga, PT LIB berencana melakukan pertemuan dengan Imigrasi dan Kementerian Tenaga Kerja di Kantor PSSI, Jumat (21/4/2017), untuk membahas soal pemain asing.

"Satu hal yang disepakati pada pertemuan tadi selama belum ada penjelasan resmi dari liga dan Kemnaker, maka BOPI tetap pada pendiriannya. Seandainya nanti diiizinkan main maka policy-nya bukan di kami, tapi mereka," tegas Heru dikutip Antara.

Essien dan Cole paling mendapatkan sorotan terkait KITAS. Manajemen Persib melalui Sekretaris tim Yudiana menegaskan, pihaknya telah menempuh prosedur untuk mendapat KITAS bagi Essien dan Cole.

Namun, menurut Yudiana, BOPI belum mengeluarkan surat rekomendasi hingga saat ini.

"Kami sebenarnya mau mengajuhkan ke Kementerian Tenaga Kerja, tapi harus ada rekomendasi dari PSSI. Itu sudah kami tempuh dan sudah keluar. Setelah itu, Persib menindaklanjuti ke BOPI untuk minta rekomendasi juga, tapi sampai saat ini BOPI belum keluarkan juga," kata Yudiana dikutip laman Simamaung.

Surat itu pun, lanjut Yudiana, hingga saat ini masih ada di Ketua Umum BOPI dan tim verifikasi. "Jadi kami mau melangkah bagaimana kalau rekomendasi dari BOPI belum keluar," tegas Yudiana.

Padahal, kata Yudiana, segala persyaratan sudah ditempuhnya. Bahkan minta rekomendasi ke BOPI pun sudah jauh-jauh hari dilakukan, sebelum kick off Liga 1 2017 digulirkan tanggal 15 April lalu.

"Essien dan Cole bisa main saat melawan Arema FC karena rekomendasi PT Liga Indonesia Baru (LIB). Dimainkan atau tidak (lawan PS TNI) kami mengacu kepada PT LIB saja yang mengesahkan pemain," jelas Yudiana.

Yudiana menyarakan keheranannya BOPI hanya mempermasalahkan Essien dan Cole. Padahal, kasus KITAS bukan hanya terjadi di tubuh Maung Bandung.

"Kalau hanya Michael Essien dan Cole yang tidak bisa main, nanti kami juga akan protes karena tim lainnya juga punya pemain asing baru, seperti Madura United. Kalau mau (adil) ya semuanya (pemain asing baru di Liga 1) jangan main," tegasnya.

Sekjen BOPI, Heru Nugroho, mengakui sedang dalam proses mengumpulkan pengajuan surat rekomendasi untuk mengurus KITAS. 

"Sampai hari ini BOPI dalam proses menerima pengajuan rekomendasi KITAS dan IMTA tenaga kerja asing dari klub peserta Liga 1 maupun PT Liga Indonesia Baru," kata Heru dalam rilis BOPI, Selasa (18/4/2017).

"Laporannya (surat rekomendasi) dengan nomor 012/BOPI/KAU/IV/2017 sudah kami kirimkan kepada pihak Imirgasi dan Kemenaker. Kami kirimkan pukul 17.00 WIB kemarin," imbuhnya.

Saat ini tidak kurang dari 50 pemain asing bermain di klub-klub Liga 1, termasuk 10 pemain yang masuk kategori pemain bintang (marquee player).*

0 komentar:

Post a Comment