Drama Final Piala Bhayangkara 2016: Wasit Dikejar, Pemain Pingsan

Posted by Sepakbola Magz on Monday, April 4, 2016

Drama Final Piala Bhayangkara 2016
Vujovic mengejar wasit ke ruang ganti. Taufiq pingsan. Yanto Basna kena kartu merah.

Sepakbola Magz -- Pertandingan Final Piala Bhayangkara 2016 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta Minggu (3/4/2016) penuh drama. 

Penyebab utamanya adalah kartu merah yang diterima bek Persib Bandung, Yanto Basna, sehingga Maung Bandung bermain dengan 10 pemain dan kalah 0-2 dari Arema Cronus.

Marah, bek Persib Bandung, Vladimir Vujovic, bahkan mengejar wasit Husnur Fadillah hingga ruang ganti. Bek asal Montenegro ini berlari di lorong ruang ganti stadion untik mengejar sang wasit yang dinilainya banyak merugikan Persib.

Aparat kepolisian berhasil menghalangi Vlado, sapaan akrabnya.

Di ruang ganti Persib, gelandang Muhammad Taufiq pingsan. Bermain selama 70 menit sebelum digantikan Febri Hariyadi, Taufiq diduga mengalami gangguan pernapasan.

Para ofisial Persib nampak panik. Mereka berlarian mencari ambulans ke arah luar stadion. Taufiq dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Taufiq pingsan, mungkin karena gangguan pernapasan" kata salah satu ofisial ketika berjalan melewati mixed zone.

Bek Persib Bandung, Rudolof Yanto Basna, angkat bicara terkait kartu merah yang diterimanya. Pemain muda asal Papua ini mengaku bingung dengan keputusan wasit Nusur Fadilah yang mengusirnya setelah menerima kartu kuning kedua di menit 71.

Dalam tayangan ulang di Net TV yang menyiarkan langsung duel Arema vs Persib, Yanto Basna tampak menendang botol minuman yang ada di lapangan. Sialnya, botol tersebut terbang mengenai kepala Esteban Vizcarra. 

"Sebenarnya, saat itu saya mau buang botol," kata Yanto pada VIVA.co.id seusai pertandingan.

"Tahu sendiri, situasinya saat itu sedang tak kondusif. Banyak botol masuk ke lapangan dan saya berniat membuangnya. Tapi, wasit beri saya kartu kuning kedua. Saya bingung kenapa. Tanyakan saja ke wasit," ucapnya.

Basna menegaskan tidak ada niat menendang botol minuman ke arah Esteban Vizcara. Pemain berusia 20 tahun ini pun menyebut wasit Nusur Fadilah telah gagal memimpin partai final.
Bobotoh Persib yang ada di tribun memperlihatkan ketidakpuasannya atas hasil pertandingan dan kepemimpinan wasit. Mereka bahkan sampai menyalakan flare dan melemparkannya ke arah polisi yang berjaga di pinggir lapangan.

Arema tampil lebih baik dari Persib sehingga menguasai jalannya pertandingan. Dua gol dari Maitimo dan Sunarto mengantarkan Arema menang 2-0 dan menjadi Juara Piala Bhayangkara 2016.*

» Thanks for reading: Drama Final Piala Bhayangkara 2016: Wasit Dikejar, Pemain Pingsan
Sepakbola Magz Updated at: 8:13:00 AM

0 comments:

Post a Comment