Home » » Keberatan Isi Kontrak, Firman Utina Mundur dari Persib Bandung

Keberatan Isi Kontrak, Firman Utina Mundur dari Persib Bandung

Keberatan Isi Kontrak, Firman Utina Mundur dari Persib Bandung

Firman Utina
Firman Utina tidak sepakat dengan sejumlah pasal dalam kontrak yang merugikan pemain dan hanya menguntungkan manajemen Persib Bandung.

Sepakbola Magz -- Keputusan Firman Utina mengundurkan diri dari tim Persib Bandung karena menilai manajemen dinilai tidak fair kepada pemain. Wakil kapten ini  mengatakan, sejumlah pasal dalam kontrak yang diajukan PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) merugikan pemain.

Firman menegaskan, alasan mundur dari Persib bukan karena nilai kontrak, tapi karena tidak sepakat dengan poin-poin yang tertuang dalam klausul kontrak yang sangat merugikan pemain.

Salah satu yang memberatkan yaitu pemain dilarang mengemukakan pendapat kepada publik atau media massa jika ada permasalahan dengan manajemen.

"Saya harus terpaksa mengundurkan diri dulu di saat teman-teman yang lain sudah kontrak. Saya merasa pasal-pasal yang diajukan pengurus PT PBB. Banyak yang memberatkan kalau saya harus buka berarti saya membuka kinerja yang tidak bagus Persib itu sendiri," papar Firman sebagaimana dikutip Sindonews Kamis (3/12/2015).

Firman ingin kepergiannya dari tim Persib Bandung dilakukan dengan baik-baik. "Saya juga berteriak sana sini juga takut karena di Persib saya sudah 3 tahun. Tim yang saya bela tiba-tiba akan berakhir dengan tidak nyaman. Saya tidak mau seperti itu," tuturnya.

Dia berharap PT PBB bisa menghargai pemainnya yang selalu bekerja keras dalam menghadapi setiap pertandingan. "Dan saya tahu ada keuntungan di sana. Tapi bukan untuk kami (pemain) sebagai pelaku dan hanya pemasukan yang mereka (manajemen) dapat," sesalnya.

Pasal lain yang memberatkan Firman yaitu pemain tidak bisa berhubungan dengan produk lain selain produk yang mensponsori Persib.

"Saya pikir kita itu harus cari job di luar. Harus lebih memanusiakan manusia lah, dalam arti harus saling menghargai karena kita bukan pemain yang baru kemarin ke Persib sehingga manajemen tidak percaya," ujarnya.

"Kita harus foto di produk di Persib yang tertera di pasal itu, nah di situ tidak ada kompensasi untuk kita. Bayangkan saya dari Tanggerang datang kesini (Bandung) pemotretan terus cuma say hello dan terima kasih. Apa yang didapat istri di rumah sedangkan suami keluar itu cari nafkah," ujarnya.

‎"Sekarang ga percaya apa manajemen terhadap kami-kami pemain ini yang sudah 3 tahun bersama. Dan mungkin bagi mereka kita tidak memberikan gelar apa-apa. Saya pikir di antara manajemen ada masalah internal, itu akan merembet. Mau target apa pun itu ga bisa tercapai kalau di dalam ada gontok-gontokan. Kalau kita satu tujuan satu misi, bayangkan kita gak dibayar saja Piala Presiden saja juara. Karena kita satu misi, punya keyakinan yang sama, pemain yang utuh," bebernya.

Saat ini para pemain Persib terutama yang sudah melakukan tandatangan kontrak dipastikan akan menjaga jarak. Sebab jika menyalahi aturan yang telah ditetapkan, otomatis denda didapatkan.

"Mereka yang sudah tandatangan otomatis jaga jarak karena yang tertera di kontrak itu bahwa pemain bilamana ada masalah harus berbicara dengan manajemen. Sekarang kalau gak dibayar sebulan harus bicara ke mana. Kalau bicara ke media, mereka (pemain) kena penalti 100 persen. Kalau pemain gak dibayar, mereka hanya bisa diam saja. Kalau gak bayar mau ngomong salah, gak ngomong salah," katanya.

Firman tidak menyayangkan para pemain yang sudah melakukan penandatanganan kontrak. Sebab itu merupakan hak masing-masing pemain.

"Kemarin di Surabaya sama Ponaryo. Kontrak yang saya dapatkan di Persib, saya kasihkan ke mereka, terus mereka bilang poin-poinnya banyak yang merugikan,"

Firman pun langsung menyampaikan ke seluruh pemain Persib lainnya termasuk di depan salah satu Komisaris PT PBB, Kuswara S Taryono.

"Saya minta dua helai (pasal) saja diganti atau dihapus. Terus H-1 belum ada kontrak, sesudah pertandingan kedua baru ada kontrak yang sama bunyinya gak berubah. Berarti gak nyampe inspirasi pemain, sangat disayangkan. Jadi pemain pun kalau disuruh fight, tapi hati tidak nyambung ke otak, pasti lari juga gak akan ke mana, tapi kalau sebaliknya pasti nyambung kaki juga mau lari ke mana bisa dan tenang buat main," ungkapnya.

Untuk itu, pemain asal Manado saat ini hanya ingin meluangkan waktunya untuk beristirahat. Tidak menutup kemungkinan jika manajemen PT PBB kembali merekrutnya, dirinya menyatakan kesiapannya. "Siapa saja dalam sepakbola sangat mungkin terjadi, tapi saya sangat respek pada tim ini," tandasnya.

Dengan berani membuka alasan menolak kontrak, Firman dipastikan tidak lagi bersama Persib Bandung. Pusamania Borneo FC menjadi salah satu tim yang siap memboyong Firman dari Bandung.

Selain Firman, pemain lain yang belum tanda tangan kontrak adalah Achmad Jufriyanto, Supardi Nasir, dan Abdul Rahman.

Manajer Persib Umuh Muchtar menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pemain. Umuh mengaku tidak dapat mengintervensi sikap pemain untuk menentukan nasibnya kedepan.

"Itu saya rasa adalah hak anak-anak (pemain). Saya juga tidak bisa intervensi mereka, kita harus hormati keputusan mereka. Mungkin kalau dulu saya masih bisa membujuk agar tetap bertahan, tapi sekarang sulit," kata Umuh, Kamis (3/12/2015), seperti dikutip situs resmi Persib.

Umuh menjelaskan, saat tanda tangan kontrak turnamen Piala Jenderal Sudirman dengan durasi tiga bulan, Umuh menerima laporan, pemain ada yang tanda tangan ada sebagian tidak. Ia pun meminta pemain untuk menghargai dan saling menghormati keputusan yang diambil.

"Saya tidak mau polemik lah. Jadi semuanya itu hak pemain. Saya hanya berharap ke depan ada lagi kompetisi. Kondisi tanpa kompetisi akan sangat sulit buat pemain," ucapnya.

Persib Bandung dalam waktu dekat dijadwalkan bermain di turnamen Perisai Cup melawan PSMS Medan.*

0 komentar:

Post a Comment